www.solusikeluargaharmonis.com

Lima Rahasia Menjadi Wirausaha Sukses

1 comment 3309 views

wirausaha-suksesMENGEMBANGKAN SIKAP MANDIRI

Karena saya memulai dan menjalankan bisnis saya sendiri, saya bertemu banyak wirausahawan sukses yang telah mampu mengatsi berbagai tantangan dalam memulai bisnis mereka. Tanpa kecuali, yang mereka miliki adalah dorongan kuat untuk bersikap mandiri. Mereka sepenuhnya yakin bahwa apa pun tentangan yang dihadapkan oleh kehidupan dan dunia bisnis kepada mereka, mereka mempunyai kekuatan untuk mengatasi.

Mereka juga sepenuhnya menerima bahwa mereka sendirilah yang bertanggung jawab atas masa depean mereka. Ini merupakan sikap penting bagi kesuksesan mereka-keyakinan yang tak dapat digoyahkan bahwa mereka dan hanya mereka, yang bertanggung jawab atas hidup mereka. Ya, bisnis mereka diarahkan oleh kejadian-kejadian ini, Anda akan mulai menyadari bahwa kesuksesan Anda akhirnya bertanggung kepada diri sendiri, bukan orang lain.

BEKERJA DENGAN TUJUAN TERTULIS

Kalau saja saya menemukan rahasia ini sejak dahulu. Jika demikian, sejak lama saya pasti telah mempersiapkan diri jika mengalami kekecewaan dan melakukan kesalahan pada permulaan bisnis. Karena ketika Anda menentukan tujuan secara tertulis, berarti Anda berkomitmen untuk mencapai sesuatu yang menjadi keinginan Anda dan keinginan ini bias berupa apa saja, mulai dari sekedar meluangkan waktu setengah jam dalam sehari untuk mencari-cari ide bisnis hingga menetapkan tanggal dimulainya bisnis Anda yang baru.

Coba pikirkan sebentar betapa besar motivasi yang dipeoleh jika Anda menuliskan tanggal yang Anda rencanakan untuk memulai bisnis pertama Anda. Bayangkan kekuatan yang mulai bekerja pada tingkat kesadaran dan ketidaksadaran Anda, menggerakkan Anda kea rah tujuan.

Contohnya, setelah Anda menetapkan tanggal, Anda dapat melakukan hal berikut.

  • Menulis daftar segala sesuatu yang harusAnda lakukan sebelum memulai
  • Membagi daftar ini ke dalam tujuan-tujuan lebih kecil yang dapat dicapai, misalnya menetapkan tanggal bertemu dengan pihak bank, para pemasok, dan siapa saja yang perlu dilibatkan dalam bisnis Anda.
  • Menyusun jadwal tertulis untuk semua itu. Tidak ada gunanya mengatakan bahwa Anda akan mengerjakan semuanya pada hari ini dan itu. Anda perlu bekerja sesuai jadwal sehingga Anda dapat mencapai tujuan.
  • Jika dirasa perlu, perbaiki tanggal permulaan yang telah Barangkali saja Anda belum membuat skala waktu yang lebih realistis untuk bekerja. Ini adalah kesalahan umum yang dilakukan wirausahawan pemula yang meremehkan waktu yang diperlukan untuk mendapat dana, mendapatkan persetujuan dengan pemasok, dan sebagainya.

Seperti yang Anda ketahui, jika Anda sudah menetapkan tujuan tertulis, Anda akan beranjak dari sekadar memikirkan atau memimpikan melakukan sesuatu sampai benar-benar bekerja memenuhi tujuan yang telah Anda tulis. Dengan demikian, peluang Anda untuk sukses di masa depan akan makin besar.

MENGEMBANGKAN SIKAP "SAYA BISA!"

Sebagaimana dengan pembentukan sikap mandiri, wirausahawan sukses juga mempunyai sikap berkemampuan, dengan bertekad "saya bisa!" : Anda tahu jenis orang yang saya maksudkan. Anda akan menemui mereka memimpin kampanye di komunitas setempat, mengatasi masalah secara langsung, dan menolak menerima jawaban "tidak" dari siapa saja. Anda akan menemui mereka ketika Anda sedang liburan. Mereka adalah orang-orang yangjika menemui persoalan, akan mencoba mengatasinya dengan segera dan tanpa ribut-ribut atau tersinggung.

Berbeda dengan orang-orang lainnya, mereka yang mengembangkan sikap berkemampuan menjalani hidup dengan keyakinan teguh atas kemampuan mereka. Mereka menolak (bagaimanapun situasinya) jika diberi tahu hahwa apa pun yang akan mereka lakukan adalah sesuatu yang tidak mungkin. Bayangkan sebentar, bagaimana situasi kaka beradik Wright, orang-orang pertama yang menerbangkan pesawat. Bayangkan jika Anda menjadi orang yang termasuk dalam Wnmpuk "itu-tidak-dapat-dilakukan", yang hanya berbantahan dan meramalkan bahaya yang akan datang. Hanya sedikit orang yang tidak peduli dengan tantangan semacam itu dan sebagian akan mengatakan mereka bodoh serta sembrono. Namun, prestasi mereka menimbulkan kekaguman dari seluruh dunia dan perlahan-lahan muncul kesadaran bahwa tak lama lagi, orang biasa akan dapat melakukan perjalanan dial Amerika ke Eropa dengan memakai pesawat.

Sikap “saya bisa!" merupakan sikap penting bagi masa depan sukses Anda sebagai orang yang bekerja mandiri. Jika Anda hanya dapat mencapai hasil saat kesempatan disuguhkan ke hadapan Anda dan sukses merupakan jaminan, Anda mungkin akan tetap melakukan apapun yang sedang Anda lakukan sekarang. Karena kadang-kadang­ dalam melakukan perjalanan untuk maju, satu-satunya hal yang memisahkan antara Anda dan kegagalan adalah sikap Anda. Persoalannya bukan berapa banyak yang terjadi dalam hidup Anda, melainkan bagaimana Anda menanggapinya.

Mulailah segera bekerja dengan menjadi orang yang bersikap “saya bisa!". Anda tidak perlu mendengarkan banyak orang yang akan mengatakan bahwa apa pun yang akan Anda kerjakan tidak mungkin berhasil. Percayalah kepada diri sendiri dan bekerjalah untuk mcngurangi keraguan serta ketakutan pribadi.

MEMPERTAHANKAN SELERA HUMOR

Saya ingin mengatakan bahwa saya menertawakan setiap kelemahan saya dan banyaknya kegagalan yang saya alami, tetapi saya tidak akan berbohong kepada Anda. Dalam sebagian besar hidup saya, saya perlu menanggapi segala sesuatu dengan cara yang terlalu serius. Dan, ketika bisnis saya mulai berjalan, barulah saya mulai melihat cahaya yang lemah, berkedip-kedip, cahaya kesuksesan nun jauh di sana sehingga akhirnya saya dapat mulai memahami pentingnya kemampuan untuk menertawakan diri sendiri. Hari ini, saya sudah merasa lebih tenang. Namun, saya yakin sekali, seandainya sejak dahulu saya sudah menyadari bahwa kemampuan untuk menertawakan diri sendiri sama pentingnya dengan membayar uang sewa atau pinjaman, saya pasti sudah mendapatkan hasil lebih banyak dan lebih cepat.

Izinkan saya menceritakan satu peristiwa yang terjadi pada saya.

Danau untuk Berlayar

Beberapa waktu lalu, saya menjalankan bisnis menyewakan danau untuk berlayar di kota saya. Seperti yang dapat Anda bayangkan, berkaitan dengan iklim di Inggris, bisnis itu merupakan bisnis musiman. Kami sudah membuka danaunya selama musim perayaan Paskah dan akan ditutup lagi pada awal September, saat anak­-anak kembali masuk sekolah. Waktu paling sibuk adalah saat bank holiday-libur pada hari Senin, di Inggris dan pada hari-hari itulah (jika cuaca memungkinkan), kami akhirnya akan benar-benar melihat kembalinya uang kami setelah bekerja keras.

Pada suatu hari di bulan Agustus, saya bangun pagi-pagi pada hari Sabtu untuk mengujungi danau dan memastikan segala sesuatunya bersih, dan saya pun bersiap-siap untuk bekerja. Saya perlu menyampaikan kepada Anda di kesempatan ini bahwa danau itu dibangun pada zaman Victoria, dengan memanfaatkan teknologi paling mengagumkan pada masa itu, yang membuat danau tersebut dapat diisi air melalui serangkaian ruangan bawah tanah. Ketika saya berjalan menyusuri jalan pintas dari rumah di tepi pantai yang berpasir pada pagi yang indah itu, saya mulai berpikir bahwa saya sangat beruntung. Bagaimanapun, berapakah orang yang setiap hari dapat melakukan perjalanan pergi pulang ke tempat kerja di sepanjang pantai, dengan dua anjing yang lucu bermain-main di kaki mereka?

Namun, pagi itu saya benar-benar kaget.

Ketika saya melihat danau dari kejauhan, saya segera tahu ada sesuatu yang tidak beres. Kapal-kapal motor kami yang biasanya terikat di tengah danau, tidak tampak. Saya panik. Pikiran pertama saya adalah ada orang yang mencuri kapal-kapal itu. Sudah pasti ini bukan kejadian pertama kali bahwa salah satu kapal kami dicuri. Namun, ketika saya berjalan makin dekat ke danau, kapal-kapal itu mulai tampak. Sambil merasa lega, saya terus berjalan. Namun, masih saja ada yang tidak beres. Dan, memang, ada sesuatu yang benar-­benar salah, hanya saya tidak dapat memahaminya. Baru ketika saya akhirnya berdiri di tepi danau, saya menyadari apa masalahnya.

Danau itu telah mengering!

Danau itu benar-benar kosong, benar-benar kering, kecuali beberapa genangan air. Saya tidak dapat percaya. Kami sedang menghadapi bonk holiday paling sibuk dalam setahun itu. Cuaca cerah karena matahari bersinar - dan danau kami lenyap!

Silakan bertanya kepada diri sendiri, apa yang akan Anda lakukan? Kalau saya, saya marah. Sangat marah. Dan, makin marah ketika beberapa orang mulai mendekati saya sambil mengajukan kalimat­-kalimat yang menyuarakan kekhawatiran. Pertanyaan semacam, "Apakah menurut Anda kepiting-kepitingnya akan baik-baik saja?" ,atau, "Kapan kalian akan buka hari ini?"

Dapatkah Anda membayangkan, Anda mendekati pemilik danau urrtuk berlayar, yang karena alasan yang tidak diketahui, telah kehilangan air danaunya, dan bertanya kepadanya jam berapa tempat itu akan dibuka?

Tentu saja, saya menanggapi hal itu dengan buruk. Saya menjawab dengan sikap sarkastik bahwa kami pasti akan buka dalam beberapa menit. "Dalam beberapa menit?" tanya seseorang dengan jengkel. Tapi, danaunya kering."

"Jangan khawatir, kami akan menyewakan kapalnya setengah harga," kata saya, yang seperti Anda bayangkan, jawaban itu tidak menyelesaikan masalah.

Hari ini, beberapa tahun kemudian, saya mengingat lagi kejadian itu dan tertawa. Situasi itu benar-benar lucu, sebagaimana diingatkan lagi kepada saya oleh salah seorang pemilik bisnis setempat, yang memberi saya saran untuk melihat sisil ucu dari kejadian itu."Mengapa harus tertekan karena kejadian ini?" katanya. "Bagaimanapun, jika kamu marah, itu tidak akan membuat danaunya terisi air kembali, hukan?"

Dia benar dan saya salah. Menertawakan apa yang terjadi pada kita adalah sesuatu yang baru saya pelajari belakangan ini, dan harus saya akui bahwa itu adalah rahasia terbesar dari seorang wirausahawan sukses. Anda benar-benar harus bersedia melihat ,,isi lucu pada setiap bencana. Saya tidak menyarankan Anda agar mengambil sikap "terlalu peduli". Jauh dari itu. Memang tidak ada yang lucu dari peristiwa kehilangan keuntungan Anda di akhir minggu yang potensial menjadi akhir minggu paling sibuk dalam setahun. Namun, Anda pasti setuju bahwa jauh lebih buruk jika Anda kehilangan keuntungan dan menjadi sedih serta marah, bukan?

MENYIMPAN RENCANA PRIBADI

Saya akan menekankan hal ini berulang-ulang.

Jika Anda termasuk orang yang merasa harus menceritakan kepada setiap orang rencana bisnis Anda berikutnya, siapkan diri Anda untuk menghadapi derita yang akan menimpa di masa mendatang dan putuskan sekarang untuk tidak memulai bisnis Anda sendiri. Menceritakan rencana-rencana Anda kepada setiap orang benar-­benar merupakan bencana.

Izinkan saya untuk menunjukkan salah satu contoh melalui sesuatu yang terjadi pada saya beberapa waktu lalu.

Ketika saya memutuskan bahwa sudah cukup waktu saya untuk bekerja bagi orang lain agar dapat hidup, saya telah banyak memikirkan jenis bisnis apa yang akan saya rintis dan jalankan. Saya sudah mempelajari banyak data, melakukan banyak penelitian, dan benar-benar menemukan bisnis yang mudah dimulai serta dilaksanakan, dan yang lebih penting, sudah menghasilkan uang bagi orang lain. Saya sepenuhnya yakin akan pemikiran tentang bisnis ini. Sesungguhnya, hal itu lebih dari sekadar gagasan bisnis karena orang lain sudah melakukannya dengan baik, dengan jenis bisnis yang sama. Saya hanya perlu mengulangi gagasan mereka. Tidak ada yang salah dengan hal ini. Ketika bisnis mereka tidak berada dalam wilayah kami, saya tidak akan bersaing dengan mereka. Jadi, saya yakin, saya mempunyai gagasan cemerlang.

Lalu, pada suatu malam, saya menikmati jamuan makan dengan beberapa teman dan sanak saudara, dan tidak ada dari mereka yang bekerja mandiri. Saat itu, mereka semua mempunyai karier cemerlang dan merasa bahagia bekerja untuk orang lain. Selama makan malam, saya menceritakan gagasan-gagasan saya kepada kelompok tersebut, yang perlu saya kemukakan di sini, sebagian besar ketakutan dengan rencana saya. Beberapa saat kemudian, setelah acara itu, ketika kami sedang duduk di teras hotel sambil menutup makan malam dengan sebotol anggur, saya membuat kesalahan lebih jauh (dan lebih fatal) dengan berusaha meminta dukungan bagi gagasan bisnis saya dari mereka.

Saya dibombardir dengan berbagai pertanyaan "bagaimana jika"dan segala macam saran yang diajukan dengan maksud baik. Beberapa minggu berikutnya, saya mengubah rencana bisnis saya dengan memenuhi semua saran yang telah mereka berikan kepada saya.

Ketika saya membahas rencana saya beberapa waktu kemudian dengan orang yang sudah sukses dengan bisnis serupa, dia memberi saran yang bertentangan dengan rencana saya yang baru dan mengatakan kepada saya bahwa saya harus tetap berpegang pada gagasan semula. Hal ini membuat saya makin bingung dan kecewa.

Akhirnya, saya memutuskan untuk meneruskan gagasan bisnis saya yang telah diperbarui, tanpa memedulikan saran dari wirausahawan sukses tersebut. Enam bulan kemudian, bisnis baru saya bangkrut (dan jika diingat lagi, saya benar-benar terkejut karena umur bisnis itu sedemikian pendek).

Jadi, hikmah yang dapat diambil adalah-berpeganglah pada pemikiran Anda sendiri. Segera setelah memilih untuk menceritakan kepada orang lain bahwa Anda sedang berpikir untuk memulai bisnis Anda sendiri, Anda akan dibombardir dengan saran-saran yang diberikan gratis, dengan maksud baik, tetapi benar-benar tidak berguna. Oleh karena itu, jalan yang paling tepat adalah menyimpan rencana Anda untuk diri Anda sendiri.

Jika Anda ingin memulai bisnis Anda sendiri, satu-satunya orang yang perlu Anda ajak berdiskusi atau perlu Anda terima sarannya adalah orang yang sudah menjalankan bisnisnya sendiri dengan sukses. Tidak ada orang lain. Jika Anda masih belum yakin dengan konsep ini, ada pertanyaan untuk Anda: apakah Anda pemah datang ke suatu pesta tempat Anda bertemu dengan seorang profesional, seperti dokter, arsitek, insinyur, atau dokter gigi, yang bertanya kepada Anda, meminta saran bagaimana mereka harus mrrawat pasien, mendesain bangunan, atau membuat mesin?

Tentu saja tidak. Begitu pula dengan wirausahawan. Tidak ada orang lain kecuali Anda sendiri yang benar-benar bisa memahami apa yang diperlukan dalam memulai suatu bisnis, apalagi memberi Anda saran.

Jadi, ingat, berpeganglah pada pemikiran Anda sendiri.

www.solusikeluargaharmonis.com
author
One Response
  1. Tips Memula Usaha - Tabloid Peluang Usaha2 years ago

    […] membuat bisnis Anda sukses, Anda juga dituntut memberikan yang terbaik. Tidak perlu menjadi yang terbaik dalam segala hal. […]

    Reply

Leave a reply "Lima Rahasia Menjadi Wirausaha Sukses"