www.solusikeluargaharmonis.com

Panduan Memulai Bisnis Franchise Agar Mendapatkan Keuntungan Maksimal

franchisePanduan Memulai Bisnis Franchise Agar Mendapatkan Keuntungan Maksimal

Semua orang pasti ingin memiliki bisnis franchise yang memberikan keuntungan terus tumbuh dan berkembang. Kurangnya pengetahuan akan bisnis franchise sering mengakibatkan kerugian pemilik bisnis franchine.

Sebelum kita memulai membahas lebih dalam tentang bagaimana bisnis franchise bisa berjalan dengan baik, sebaiknya kita pahami dulu istilah istilah didalam bisnis franchise.

Ada dua istilah utama yang perlu diperhatikan:

  • Franchisor itu adalah pemberi franchise yang merupakan badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
  • Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Nah perbedaannya cukup jelas khan antara franchisor dan franchisee.

Saat ini bisnis franchise tumbuh dan berkembang sangat pesat, mulai yang franchise murah 2 jutaan sampai ratusan juta, anda dapat memilih sesuai dengan kemampuan anda

Mudahnya memulai bisnis franschise kita sudah terima paket jadi mulai dari brand, marketing, sampai dengan produk siap jual. Tugas anda adalah mencari lokasi strategis dan jauh dari pesaing agar usaha anda bisa berjalan lebih cepat

Menjalankan bisnis franchise memang sangat menggiurkan dengan profit yang menjanjikan apalagi bila dikembangkan dengan manajemen yang benar-benar matang.

Saat ini sudah banyak sekali terdapat franchise di Indonesia dengan berbagai macam jenis usaha yang ditawarkan. Adapun contoh beberapa jenis usaha tersebut adalah franchise mini market, rumah makan, kafe, pendidikan, percetakan, salon kecantikan dan lain sebagainya.

Lihat statistik pertumbuhan salah satu franchise besar di Indonesia

diagram-waralaba-alfamart

Di Indonesia, jumlah gerai (merek) 23.000 gerai atau outlet, namun baru sekitar 8.000 gerai yang sudah diwaralaba, selebihnya dikembangkan dengan kepemilikan sendiri. Pertumbuhan per tahunnya diharapkan mencapai 2%

Peluang bisnis, franchise memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bisnis non kemitraan. Beberapa keunggulan pola kemitraan diantaranya masalah permodalan yang cukup jelas, dukungan sistem dan manajemen yang sudah mantap, serta dukungan media pemasaran yang juga tak kalah menarik.

Tidaklah heran bila saat ini banyak calon investor yang tertarik menjalankan bisnis franchise, karena pada dasarnya franchise menjadi salah satu alternatif bagi para pemula untuk memulai bisnis dengan mudah.

Meskipun demikian untuk bisa sukses menjalankan bisnis franchise tidaklah semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha baik yang menawarkan sistem kemitraan (franchisor), calon investor, maupun franchisee (yang membeli kemitraan) sebelum mereka menjalankan usaha.

Apa saja persiapan yang perlu diperhatikan? Berikut kami sampaikan tips memulai bisnis franchise :

Pertama, Rubah mindset anda sebagai seorang franchisor atau calon investor yang berani mengambil tantangan sebagai peluang. Siapkah Anda menjadi seorang wirausaha?

Fase ini kami menyebutnya pemilihan waralaba
Pilihlah jenis waralaba yang sesuai dengan minat Anda. Pasti Anda sudah bisa meyakini apa yang Anda sukai dan tidak Anda sukai. Hal ini sangat menentukan untuk perkembangan usaha Anda dalam jangka pendek maupun panjang. Jangan lupa, sebaiknya Anda menghindari jenis waralaba yang Anda memilihnya lantaran mengikut tren. Bukankah tren pasti ada habisnya?

Kedua, Kenali potensi waralaba tersebut seperti sudah berapa lama waralaba tersebut berjalan?, sudah berapa banyak cabang waralaba tersebut ada?

Bisnis yang anda beli adalah reputasi. Berbeda dengan bisnis yang Anda bangun sendiri, bisnis franchise sangat dipengaruhi reputasi yang sudah melekat sebelumnya. Jika banyak keluhan pelanggan atas franchise tersebut, maka sebaiknya Anda pertimbangkan kembali apakah akan membeli franchise tersebut atau tidak.

Dapatkan info sebanyaknya dari pewaralaba
Baik dalam training, dalam pertemuan, khususnya dalam pertemuan awal, atau pada saat pameran perwaralaba. Anda punya hak untuk bertanya sebanyak mungkin dan menggali pengetahuan semaksimal mungkin mengenai bidang usaha yang akan dijalani. Untuk melengkapi pengetahuan, tak ada salahnya Anda menghadiri pameran dan seminar yang berhubungan dengan waralaba untuk memperoleh perbandingan dan alternatif yang terbaik.

Ketiga, Kenali potensi pasar, Sebelum memulai bisnis apapun, kita perlu mengetahui bagaimana potensi pasar dari franchise tersebut. Jangan sampai franchise yang sudah Anda beli menjadi rugi karena segmen pasar Anda ternyata berbeda dengan apa yang seharusnya menjadi target pasar bisnis franchise tersebut..

Keempat, siapkan modal usaha yang cukup. Menjadi seorang franchisor maupun franchisee tentunya membutuhkan modal usaha yang cukup besar. Tidak hanya modal awal untuk memulai usaha saja yang perlu disiapkan, namun setidaknya Anda memiliki dana cadangan untuk mencukupi biaya operasional selama perjalanan usaha. Sebab, sebagian besar franchisor dan franchisee yang mengalami kegagalan adalah mereka yang kekurangan modal ketika berada di tengah perjalanan bisnisnya.

Kelima, Anda harus memiliki tujuan yang jelas. Dengan jangka waktu yang masuk akal atau realistis. Dengan tujuan yang terarah, Anda pasti bisa melakukan penyesuaian terhadap kebijakan-kebijakan jangka pendek yang Anda buat. Sebaliknya Anda memilih dan memilah yang perlu dilakukan sekrang, ditunda atau dihapuskan sama sekali untuk menghemat waktu.

Keenam, Jangan menjalankan bisnis franchise dengan sistem coba-coba, dan bisa dipastikan hasilnya pun tidak dapat optimal. Sehingga tidak sedikit jumlah franchisor dan franchisee yang akhirnya menutup usahanya, karena belum siap menghadapi segala hambatan yang muncul di tengah perjalanan usaha.

Ketujuh,  Fokuslah pada tingkat pengembalian, bukan harga. Salah satu yang sering menjadi alasan kegagalan dalam bisnis franchise adalah pelaku usaha franchise lebih fokus pada jumlah omset, bukan tingkat pengembalian bisnisnya.

Kedelapan, Tetap Gali potensi dan kreativitas Memang sistem yang dibuat oleh pewaralaba telah memudahkan bisnis Anda. Namun, itu bukan berarti Anda membatasi diri dengan tidak melakukan inovasi dan memanfaatkan kreativitas yang dimiliki. Hanya saja, Anda tetap harus berkompromi dengan aturan main yang digariskan oleh pewaralaba

Tidak ada produk yang bisa sukses bila tidak ada konsep pemasarannya. Pentingnya pemasaran atau marketing adalah untuk bisa meraih sukses di pasaran. Untuk komoditi yang tingkat persaingannya tinggi membutuhkan usaha marketing yang brilian. Tanpa konsep marketing yang jelas, sebuah produk akan tidak berkembang.

Dalam usaha franchise kita membutuhkan usaha marketing agar keunggulan produk kita dapat terlihat. Tapi yang perlu Anda ingat franchise seorang franchisee memiliki keterbatasan karena harus mendapatkan persetujuan dari franchisor dalam menyelenggarakan kegiatan pemasaran.

Minimal anda sebelum memulai usaha franchise harus memahami teori dasar seperti tersebut diatas.

Setelah anda memutuskan untuk memilih satu usaha franchise yang ingin anda jalankan sebelum memulainya anda harus cek sekali lagi terutama franchisor / pemberi franchise dan layakkah usaha tersebut dikembangkan di daerah yang sudah anda pilih.

Misal anda sudah memutuskan ambil 1 franchise “Gedang Goreng Crispy” nilainya 6 juta :

  1. Anda harus cek ulang mengenai royalty fee, franchisee fee dan management fee apakah totalnya segitu atau ada biaya tambahan lagi.
  2. Anda harus pastikan dapat apa saja dari nilai 6 juta tersebut
  3. Pastikan lagi terkait dengan Franchise “Gedang Goreng Crispy” tersebut di google, siapa tahu ada keluhan ataupun testimoni lain terkait franchise tersebut.
  4. Telpon ke kantornya pastikan dengan alamat lengkap dan jelas
  5. Pastikan tidak ada pesaing di radius 1 km dari tempat yang anda pilih
  6. Pastikan promo perdana atau di media setempat agar masyarakat tahu akan hadir franchise anda

Jika anda orang sibuk dan punya dana lebih untuk investasi franchise ada model lain dimana franchise tsb tidak perlu anda kelola sendiri. Franchisor yang mengelola termasuk tempat dan karyawannya.

Jadi anda sebagai pemilik franchise tinggal login di member area di internet melihat progress penjualan harian yang di report update setiap hari, termasuk profit sharing yang harus anda terima.

Oh ya anda juga harus paham kelemahan-kelemahan sistem franchise  ini diantaranya sebagai berikut :

  1. Bagi Pemilik Franchise (Franchisor)
    1. Franchisor tidak dapat mendikte franchisee dimana jika ia ingin mengadakan perubahan, ia harus berusaha memotivasi franchisee agar mau menerima perubahan bersangkutan.
    2. Harapan franchisee sering terlalu tinggi mengharapkan cepat mendapat untung yang besar sehingga franchisor harus berusaha keras untuk menurunkan harapan yang tinggi tersebut.
    3. Franchisor tidak dapat mengadakan perubahan dengan cepat terutama jika melibatkan tambahan biaya. Perubahan biasanya baru dilakukan melalui musyawarah dengan pihak franchisee
    4. Jika pemegang franchise (franchisee) yang dipilih tidak tepat maka akan dapat menghancurkan reputasi dari franchisor
    5. Sistem franchise adalah suatu ikatan jangka panjang sehingga franchisor tidak dapat  begitu saja mengakhiri kegiatan franchise secara sepihak tanpa alasan yang sah.
  2. Bagi Pemegang Franchise (Franchisee)
    1. Adanya keterikatan pada franchisor dimana jenis produk yang dapat ditawarkan oleh pihak franchisee biasanya terbatas dan sangat bergantung pada prestasi  franchisor
    2. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi pemegang franchise (Franchisee) tidak sedikit karena harus membayar uang pangkal dan royalti, sehingga dapat mengakibatkan hutang dari pihak franchisee kepada pihak franchisor
    3. Franchisee adalah bagian dari lingkungan tertentu sehingga ia tidak bebas lagi dalam menjalankan usaha, ia harus memenuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh franchisor
    4. Franchisee kadang-kadang diwajibkan untuk mencapai tingkat prestasi tertentu, misalnya tingkat penjualan tertentu yang biasanya cukup tinggi

Sekarang saatnya memutuskan apakah usaha franchise ini cocok nggak untuk anda jalankan? Mau pilih franchise yang modelnya seperti apa? Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk perkembangan bisnis anda di masa yang akan datang

www.solusikeluargaharmonis.com
author
No Response

Leave a reply "Panduan Memulai Bisnis Franchise Agar Mendapatkan Keuntungan Maksimal"